Minggu, 16 Desember 2012

Artikel evolusi dari CBIS, SIA, SIM, Sistem Operasi Perkantoran, Sistem Penunjang Keputusan, Sistem Pakar


BAB I
PENDAHULUAN

Computer Based Information System (CBIS) atau dalam bahasa Indonesia berarti  sistem informasi berbasis komputer merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem-manusia-mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database,dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan organisasi.
Evolusi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berdasarkan Computer Based Information System (CBIS) ini mempunyai banyak peran dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang basis computer system. SIM dapat didefinisikan sebagai penerapan system informasi didalam organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengelola data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen didalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

BAB II
ISI

Beberapa jenis Evolusi CBIS, yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA), Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sistem Operasi Perkantoran, Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Pakar :

a.          Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

b.         Sistem Informasi Manajemen (SIM)
merupakan serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

c.        Sistem Operasi Perkantoran

Otomasi perkantoran (Office Automation) mencakup semua system elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan. Kelompok pemakai OA adalah manajer, sekretaris, dan pegawai administrasi. Tujuan dari OA untuk mengurangi biaya administrasi, pemecahan masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA yaitu pengolahan kata, e-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi audio/video, konferensi computer, imaging, dan desktop publishing.

d.      Sistem Pendukung Keputusan
Bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.
e.      Sistem Pakar
Suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Skema Penerapan dalam suatu organisasi:
  • Case-based reasoning (CBR) yang merupakan representasi pengetahuan berdasarkan pengalaman termasuk kasus dan solusinya
  • Rule-base reasoning (RBR) mengandalkan serangkaian aturan-aturan yang merupakan representasi dari pengetahuan dan pengalaman karyawan (manusia) dalam memecahkan kasus yang rumit.
  • Model-based reasoning (MBR) melalui representasi pengetahuan dalam bentuk atribut, perilaku antar hubungan maupun simulasi proses terbentuknya pengetahuan.
  • Constraint-Satisfaction Reasoning yang merupakan perpaduan antara RBR & MBR.
Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
CBIS merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem-manusia-mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan organisasi.
Peran SIA dalam CBIS :
1.     SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
2.    SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

Referensi





Jumat, 02 November 2012

tugas sistem informasi manajemen


A. PENDAHULUAN

Informasi adalah suatu hal yang digunakan pimpinan perusahaan, baik perusahaan swasta maupun pemerintahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tujuannya untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga perusahaan dituntut untuk dapat menentukan tingkat kualitas produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Suatu perusahaan pasti ingin agar produk atau jasa yang dihasilkan dapat memuaskan konsumen, dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk dan jasanya, dan dapat dikenal  di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam setiap perusahaan tersebut. Dalam mengambil keputusan bagi kelangsungan perkembangan perusahaan, sangat dibutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Peran sistem informasi yang tepatlah yang sangat berperan dalam menghasilkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya.

Pimpinan perusahaan dalam mengelola informasi yang cepat dan akurat menggunakan program-program komputer. Program komputer mula-mula diterapkan pada tingkat lokal untuk memecahkan permasalahan lokal. Sekarang digunakan untuk mengelola sumber daya yang luas dari perusahaan-perusahaan yang memandang seluruh dunia sebagai pasar mereka.

Ada beberapa jenis aplikasi program komputer untuk mendukung kinerja suatu perusahaan bisnis, seperti aplikasi yang berkaitan dengan bidang penanganan transaksi akuntansi, bidang manajemen sumber daya manusia, bidang pengambilan keputusan, dan bidang informasi manajemen. Seluruh aplikasi program komputer atau software di bidang bisnis lebih dikenal dengan istilah Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer-Based Information System) atau CBIS. CBIS berperan dalam mengolah data menjadi informasi yang akurat dan merupakan alat bantu dalam pengambilan keputusan.


B. PEMBAHASAN

Keunggulan kompetitif di dalam perusahaan dapat dicapai melalui banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, mutu yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan suatu segmen pasar tertentu. Untuk lebih unggul dari pesaing tidak sepenuhnya hanya menggunakan sumber daya fisik tapi sumber daya konseptual seperti data dan informasi juga sangat beperan dalam hal ini. Salah satu  sumber daya konseptual yang banyak digunakan oleh perusahaan dalam dunia bisnis adalah Sistem Informasi berbasis Komputer atau CBIS. CBIS (Computer-Based Information System) yang dikenal dengan Bahasa Indonesianya Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali, serta visualisasi dan analisis.

Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya informasi, dan sumber daya informasi mencakup :
  1. Perangkat keras (Fasilitas);
  2. perangkat lunak (Database);
  3. spesialis informasi;
  4. dan pemakai.
1 Perangkat Keras (Fasilitas)
Perangkat keras merupakan fasilitas sistem yang utama, yang dapat membantu kerja sistem dari luar dan dapat dirasakan dengan panca indera manusia. Seperti, CPU, monitor, printer, dsb. Perangkat ini utamanya meliputi perangkat untuk pemasukan (Input Device), Unit pengolahan (Processor Unit), dan untuk penyajian (Output Unit), serta perangkat-perangkat pendukung lainnya untuk pemnyimpanan (disk), pengendalian (controller), komunikasi, dsb.

2 Perangkat Lunak (Database)
Perangkat lunak adalah sinyal-sinyal komputer yang bertugas untuk menghubungkan antara hardware dengan brainware agar dapat terjadi komunikasi. Salah satu perangkat lunak adalah database. 

Database merupakan aktivitas yang mengatur, mengkoordinir dan me-manage data-data yang akan diolah, baik yang langsung dapat dimanfaatkan atau yang masih belum bisa dimanfaatkan. Database ini ditata dengan hardware, software, dan brainware tertentu sehingga dihasilkan teknologi database berupa hierarchical, network, relationship, object oriented, multimedia, web, serta data warehouse. Dengan database data perusahaan yang dihasilkan akan semakin akurat dalam pengambilan keputusan.

3 Spesialis Informasi
Spesialisasi informasi adalah pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggungjawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer, terutama CBIS.

Spesialisasi informasi dibagi dalam 5 golongan, yaitu :
a. Analis sistem;
b. pengelola database;
c. spesialis jaringan;
d. programmer;
e. dan operator.

4 Pemakai
Pemakai informasi adalah seluruh pegawai perusahaan yang sangat membutuhkan informasi dalam mengerjakan kepentingannya. Dalam Sistem Informasi manajemen, pemakai informasi terdiri dari, manager, non-manager, orang, atau organisasi diluar perusahaan.

B.1 Konsep Keunggulan Kompetitif dalam Operasional Perusahaan
Keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun diatas salah satu dari tiga disiplin nilai. Pertama yaitu, operational prima. Perusahaan yang menggunakan strategi ini berupaya mencapai biaya paling efisisen pada setiap proses bisnis yang menghasilkan kualitas jasa dan barang sesuai harapan pelanggan. Kedua,  keakraban dengan pelanggan (customer intimacy). Perusahaan yang menggunakan strategi ini mempertahankan bisnis dengan menujukkan pemahaman luar biasa pada kebutuhan dan harapan pelanggan melebihi rata-rata kompetitor. Ketiga, produk atau layanan yang senantiasa inovatif dan terdepan (product leadership). Perusahaan yang menggunakan strategi ini membangun keunggulan kompetitif dengan terus-menerus menciptakan produk atau layanan yang canggih, paling baik, dan paling inovatif. 

B.2 Kualitas dan Keunggulan Kompetitif

Kualitas yang baik dapat meningkatkan penjualan dan biaya yang rendah. gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan. Agar kondisi seperti ini dapat dipertahankan, maka perusahaan harus menghindari dari kualitas produksi yang buruk. Karena kualitas produksi yang buruk dapat menyebabkan :
a. Kehilangan bisnis karena pelanggan pindah ke yang lain;
b. tuntutan hukum, karena kualitas buruk pelanggan bisa menuntut secara hukum;
c. kehilangan produktivitas;
d. biaya-biaya seperti, biaya kegagalan, biaya penilaian, dan biaya pencegahan.


C. KESIMPULAN
Keunggulan kompetitif di dalam perusahaan dapat dicapai melalui banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, mutu yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan suatu segmen pasar tertentu. Untuk lebih unggul dari pesaing tidak sepenuhnya hanya menggunakan sumber daya fisik tapi sumber daya konseptual seperti data dan informasi juga sangat beperan dalam hal ini. Salah satu  sumber daya konseptual yang banyak digunakan oleh perusahaan dalam dunia bisnis adalah Sistem Informasi berbasis Komputer atau CBIS. CBIS (Computer-Based Information System) yang dikenal dengan Bahasa Indonesianya Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali, serta visualisasi dan analisis.

Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya informasi, dan sumber daya informasi mencakup, perangkat keras (Fasilitas),perangkat lunak (Database), spesialis informasi, dan pemakai.

REFERENSI



http://www.google.com

http://cicidech.files.wordpress.com/2010/06/2402.pdf

http://www.brigidaarie.com/2012/10/08/computer-based-information-system/

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Saliman,%20Drs.%20M.Pd./CBIS.pdf

http://akmaldarmawansyarief.blogspot.com/2009/11/cbis-computer-based-information-system.html 


Selasa, 16 Oktober 2012

tugas softskil sistem informasi manajemen


 

TUGAS SOFTSKIL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

 

LANGKAH-LANGKAH MANAJER DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA FISIK DAN SUMBER DAYA KONSEPTUAL


PENDAHULUAN


 

Latar Belakang

Didalam Perusahaan Sistem Informasi Manajemen sangat dibutuhkan sebagai bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,dokumen,tekhnologi,dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,layanan atau strategi bisnis.

Salah satu tujuan Sistem Informasi Manajemen yaitu menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,pengendalian,pengevaluasian,dan perbaikan berkelanjutan.Begitu juga menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Untuk menjaga konsistensi perusahaan dalam menjalankan Sistem Informasi Manajemen,maka diperlukan Sumber Daya sebagai kunci yang paling penting untuk kelangsungan perusahaan terhadap persaingan bisnis yang sangat ketat.

PEMBAHASAN

Sumber daya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sumber daya fisik dan sumber daya konseptual.Sumber daya fisik meliputi manusia, material, mesin, dan uang. Sedangkan sumber daya konseptual meliputi informasi data.

Tugas manajer meliputi pengelolaan sumber daya fisik dan mencakup pengelolaan sumber daya konseptual. Dengan mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga menghasilkan informasi yang berguna, baru setelah itu memanfaatkan secara efektif untuk mengambil keputusan dan jika perlu mengganti informasi yang usang.Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain.Semakin besar skala operasi perusahaan,manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya yang paling penting.

Menurut McLeod(1998)Manajemen Informasi adalah seluruh aktivitas untuk memperoleh informasi,menggunakannya seefektif mungkin,dan membuangnya pada saat yang tepat.

Alasan para manajer memberikan perhatian yang sangat besar terhadap manajemen informasi perusahaannya adalah:

1.      Kompleksitas  kegiatan bisnis yang semakin meningkat

a.       Pengaruh ekonomi internasional

Pengaruh tersebut dapat terlihat pada nilai relative mata uang dari setiap Negara.

b.      Persaingan dunia

Dampak persaingan dapat terlihat pada impor dari luar negeri.

c.       Kompleksitas teknologi yang meningkat

Perusahaan melakukan investasi pada teknologi supaya dapat melaksanakan operasi yang diperlukan.

d.      Batas waktu yang singkat

Contoh:para wiraniaga melakukan pemasaran melalui telepon(Telemarketing)untuk menghubungi pelanggan.

e.       Kendala-kendala social

Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan pada factor-faktor  ekonomis,tapi keuntungan dan biaya social hartus juga dipertimbangkan.

 

2.      Kemampuan computer yang semakin baik

Dalam pengelolaan manajemen informasi pada perusahaan,manajer sangatlah berperan penting,sehingga untuk mendukung hal tersebut manajer harus memiliki beberapa keahlian dan pengetahuan manajemen.Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki keahlian,tapi ada 2 yang mendasar yaitu:

a)      Keahlian Komunikasi

Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis.Komunikasi tertulis meliputi laporan,surat,memo,email,dan terbitan berkala.Sedangkan Komunikasi lisan terjadi pada saat rapat,menggunakan telepon,voice mail,meninjau fasilitas,kunjungan social.

b)      Keahlian Pemecahan Masalah

Pemecahan Masalah(Problem Solving)sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi suatu permasalahan.Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi.

KESIMPULAN

Jadi langkah-langkah manajer dalam mengelola Sumber Daya Fisik meliputi:

·         Manusia(Man)

·         Material sumber daya fisik

·         Mesin termasuk fasilitas dan energy

·         Uang(money)

Sumber daya fisik akan dikelola setelah diperoleh, agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap digunakan secara maksimal, bila perlu diganti sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efisien .Contohnya rekruitmen pegawai baru, dsb.

Sedangkan langkah-langkah manajer dalam mengelola Sumber Daya Konseptual yaitu information(termasuk data)dimana Tugas manajer meliputi pengelolaan sumber daya fisik dan mencakup pengelolaan sumber daya konseptual. Dengan mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga menghasilkan informasi yang berguna, baru setelah itu memanfaatkan secara efektif untuk mengambil keputusan dan jika perlu mengganti informasi yang usang. Seluruh kegiatan tersebut memperoleh informasi, menggunakan seefektif mungkin, dan membuangnya di saat yang tepat, hal ini disebut manajemen informasi.

Sumber daya konseptual yang berupa informasi mempunyai beberapa jenis sumber sbb :

1.            Perangkat keras komputer (Hardware)

2.            Perangkat lunak komputer (Software)

3.            Spesialis informasi

4.            Pemakai

5.            Fasilitas

6.            Database

7.            Informasi

SUMBER

www.google.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen

http://stikomksi2007faizal.wordpress.com/2007/08/30/keunggulan-kompetitif/

 

Rabu, 20 Juni 2012

tugas 4


  • 1.      Jenis – jenis perencanaan dalam organisasi wirausaha ?
    Jenis-jenis perencanaan dibagi menjadi dua, yaitu :
    Perencanaan strategis,
    Perencanaan ini adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya.
    Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun.
  • 2.      Pendekatan dalam perencanaan organisasi wirausaha ?
    Terdapat tiga pendekatan dalam perencanaan ini, yaitu :
    Pendekatan probabilitas tinggi
    Pendekatan ini di dasarkan pada filsafat seharusnya terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi agak bisa mencapai keberhasilan. Dan perencanaan ini menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditujukan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisa diterima.
    Pendekatan maksimisasi
    Pendekatan ini di dasari pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Dari sudut pandang ini, perencana tidak puas dengan karakteristik tingkat keberhasilan yang bisa diterima dari pendekatan probabilitas tinggi tetapi menekankan pada maksimisasi keberhasilan.
    Pendekatan adaptasi
    Pendekatan yang menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri dengan variabel eksternal dan internal. Pendekatan ini di dasari oleh filsafat bahwa suatu ketidakmampuan beradaptasi adalah kendala besar bagi keberhasilan organisasi.
  • 3.       Alat – alat perencanaan dalam organisasi wirausaha/wiraswasta ?
    Peramalan (forecasting) adalah teknik memprediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuan untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik untuk perbaikan masa depan dari lingkungan operasional dalam merumuskan rencana – rencana yang lebih efektif.

    Metode analisa runtun waktu (time series analysis method)
    Metode ini memprediksi penjualan di masa mendatang dengan analisa hubungan historis antara waktu dan penjualan (disajikan dalam bentuk grafik). Penyajian ini dengan jelas menunjukkan kecenderungan di masa lalu yang bisa digunakan meramal penjualan masa depan.
    Penjadwalan (scheduling) adalah proses perumusan daftar aktifitas mendetail yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Daftar aktifitas tersebut merupakan bagian integral dari rencana organisasional.
    Terdapat 2 macam teknik penjadwalan, yaitu :
    • Peta Gant (Gant Chart) yang merupakan diagram balok dengan waktu horizontal dan sumber daya vertical
    • PERT (Program Evaluation and Review Technique) merupakan aktivitas proyek yang menunjukkan estimasi waktu yang diperlukan.
  • 4.       Teori organisasi wirausaha ?
    1. Neo Klasik, teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilag teknologis, dimana        manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.
    2. Schumpeter’s entrepreneur, kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Menurutnya, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan. Schumpeter berupaya melakukan investigasi terhadap dinamika di balik perubahan ekonomi yang diamatinya secara empiris akhirnya beliau menemukan unsur eksplanatory-nya yang disebut “inovasi“. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut disebut entrepeneur. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan membuat perubahan.
    3. Austrian School, Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal. Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya.
    4. Kirzerian Entrepreneur, Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural. Singkat kata, unsur entrepreneur dalam pengambilan keputusan manusia dikemukan oleh Om Kirzer Dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang superior inilah seorang entrepreneur bisa menghasilkan keuntungan. Petuah lainnya adalah “This insight is simply that for any entrepreneurial discovery creativity is never enough: it is necessary to recognize one’s own creativity“.
    5. Teori Entrepreneur dari perspektif individu , Beberapa di antaranya adalah : (1) life path change, (2) Goal DirectedBehaviour, dan (3)Outcome expectancy.
  • 5.      Departementalisasi rentang manajemen ?
    Proses pembentukan manajemen disebut departementalisasi. Pembentukan departemen – departemen tersebut umumnya didasarkan pada faktor situasional seperti fungsi-fungsi kerja yang dilaksanakan, produk yang dibuat, daerah yang diliput, sasaran konsumen, danproses yang dirancang untuk pembuatan produk.
    Rentang manajemen menunjuk pada jumlah individu yang diawasi oleh wirausahawan. Semakin banyak individu yang diawasi wirausahawan makin besar pula rentang manajemen begitupula sebaliknya.
    Rentang manajemen dinamakan juga rentang kekuasaan (span of authority ), rentang pengawasan (span of control), rentang supervisi (span of supervision), dan rentang tanggungjawab (span of responsibility).
  • 6.       Bagaimana tentang pengembangan organisasi wirausaha ?

    1. Strategi untuk mengubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
    2. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
    3. Pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
    4. Pengembangan organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
    5. Pengembangan organisasi lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
    6. Pengembangan organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
  • 7.      Norma dan etika bisnis ?
    Menurut zimmer (1996:20) , etika bisnis adalah suatu kode etik perilak pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.
    Ebert dan icky M Griffin (200:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi.
    Jadi, Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
    Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah penting yang dalam bisnis adalah norma etika. Menurut Zimmerer (1996:22), ada tiga tingkatan norma etika, yaitu :
    1. Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hukum hanya mengatur perilaku minimum.
    2. Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arah khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari-hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan / organisasi.
    3. Moral sikap mental individual, sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal
  • 8.      Prinsip – prinsip etika dan perilaku bisnis ?
    Prinsip dan etika dalam berbisnis adalah :
    - Kejujuran
    - Integritas
    - Memelihara janji
    - Kesetiaan
    - Keadilan
    - Suka membantu orang lain
    - Hormat kepada orang lain
    - Tanggungjawab sebagai warga Negara
    - Meraih keunggulan
    - Akuntabilitas
  • 9.       Cara – cara mempertahankan standar etika bisnis dalam wirausaha ?
    - Ciptakan kepercayaan perusahaan dengan cara menunjukkan tanggungjawab dan nilai-nilai yang dianut perusahaan kepada stakeholder.
    - Kembangkan dan laksanakan kode etik bisnis secara adil dan konsisten.
    - Berikan perlindungan hak individu dengan kekuatan berbagai prinsip moral dan nilai untuk menghindari penyimpangan etika.
    - Berikan pelatihan tentang etika.
  • 10.   Macam – macam tanggungjawab perusahaan terhadap wirausaha ?
    Menurut Zimmerer (1996) ada 5 tanggungjawab perusahaan, yaitu :
    1. Tanggungjawab terhadap lingkungan
    2. Tanggungjawab terhadap karyawan, seperti menghormati pendapat karyawan, dan memberi umpan balik.
    3. Tanggungjawab terhadap pelanggan, seperti menghasilkan harga yang adil dan layak, menghasilkan barang/jasa yang bermutu tinggi dan tidak merugikan.
    4. Tanggungjawab kepada investor
    5. Tanggungjawab kepada masyarakat

Selasa, 19 Juni 2012

KATALOG




Brand: kalung: 15ribu (beli 5 bonus 1)
Product Code: kalung etnic kode K94
Reward Points: 0
Availability: In Stock
Price: Rp. 15,000,-




Brand: kalung: 15ribu (beli 5 bonus 1)
Product Code: kalung butterfly kode SB15
Reward Points: 0
Availability: In Stock
Price: Rp. 15,000,- 







Brand: kalung: 15ribu (beli 5 bonus 1)
Product Code: kalung owl kode K92N
Reward Points: 0
Availability: In Stock